Tak terasa embun pagi telah membasahi
keringnya dunia ini. Rembulan telah berganti pancaran mentari. Pagi telah
menjelang.
Dengan masih bosan Feby, gadis
tunggal yang baru menginjak umur 17 tahun harus terbangun dari indahnya sang
mimpi.
Setengah sadar Feby langsung menuju
kamar mandi. 30 menit telah berlalu Feby telah rapi dengan seragam putih
abu-abunya. Hari ini adalah awal dimana Feby memasuki level terakhir dalam
jenjang sekolah menengah. Ya, Feby baru saja memasuki kelas 12 dan ini di mulai
dari hari ini.
Dengan perasaan gundah Feby menuju
meja makan untuk menyantap masakan sang mama.
“ Feby… pagi – pagi kok udah gak
bersemangat gitu ? “ Tanya mama Feby sambil meletakkan nasi goreng di atas meja
makan.
“ iya ni ma… Feby takut. Feby takut
gak punya temen di kelas 12 ini ma. Kan mama juga tau Feby di kelas itu
sendirian. Sahabat – sahabat Feby kan pada di kelas lain ma. “ jawab Feby
sambil meletakkan pantatnya di atas kursi .
“ percaya deh Feb. pasti kamu bakalan
punya temen baru. Yang gak kalah serunya dengan sahabat – sahabat kamu “ jawab
papa Feby yang ada di seberang meja makan.
“ dengerin tu kata papa kamu. Kamu
gak usah khawatir gak punya temen. Pasti anak mama ini dapat temen yang seru “
jawab mama Feby.
Sunyi sudah keadaan meja makan itu,
semuanya sibuk melahap makanan mereka masing – masing.
Ω
Feby melangkahkan kakinya memasuki ruangan
yang sangat asing bagi dirinya. Feby memasuki kelas barunya kelas 12 ipa 1.
Dengan menghela nafas panjang, Feby memasuki kelas itu yang masih sunyi senyap,
namun Feby terkejut saat di belakang sebelah kiri terdapat sesosok lelaki yang
duduk sambil membaca sebuah buku. Feby langsung terkejut, ia mengira kalau
kelas ini masih kosong. Tapi firasatnya salah, cowok tersebutlah yang pertama
memasuki kelas tersebut. dia cowok bukan hantu karena Feby masih sempat melirik
kaki cowok tersebut. dan kaki tersebut masih menyentuh lantai.
Feby pun langsung melangkahkan kakinya menuju
bangku paling depan. Feby memang
memiliki masalah pada matanya. Sehingga ia enggan apabila ia harus duduk
di bangku paling belakang. Karena hal itulah, Feby harus rela datang pagi –
pagi demi mendapatkan urutan bangku paling depan. Feby pun langsung menaruh tas
pinknya. Sejenak ia bingung dengan keadaan kelas tersebut. kelas ini masih
kosong padahal waktu telah menunjukkan pukul 06.15. padahal tepat 06.30
pelajaran akan segera di mulai. Tiba – tiba ia menoleh ke belakang, tepat
dimana cowok itu duduk dengan seriusnya bahkan masih dengan wajah menunduk.
Feby heran, dalam hatinya berkata “ ini cowok setan apa manusia sih “
Tiba – tiba Feby terkejut saat ada tangan yang
memegang pundaknya. Sontak ia langsung memalingkan wajahnya.
“ hey… nggak usah kaget gitu kali’, kenalin
nama aku Ira. Kamu? “ Tanya gadis yang berkuncir kuda itu sambil mengulurkan
tangannya.
“ eh iya maaf. Nama aku Feby. Salam kenal ya “
sambut Feby dengan senyum hangatnya.
“ boleh aku duduk di sini ? “ Tanya gadis yang
mengaku namanya ira itu pada Feby.
“ ya bolehlah. Udah sini aja “
Ira pun langsung menaruh tasnya pada bangku
kosong yang disamping Feby. Sejenak Feby melupakan cowok yang di pojok itu.
Feby pun larut dengan candaan ringan yang ia obrolkan dengan Ira teman barunya.
Bel masuk pun telah berbunyi. Semua murid pun
memasuki kelas. Bangku kosong – kosong itu pun telah terisi. Bahkan kelas yang
kosong itu pun telah terlihat ramai bahkan gaduh. Terkecuali bangku kosong di
sebelah cowok yang di tatap Feby tadi pagi. Disana masih kosong. Seakan – akan
bangku itu mempunyai kutukan bagi siapa saja yang duduk disana. Feby pun
melirik ke bangku belakang itu kembali. Masih, cowok itu masih sama seperti apa
yang di tatap Feby tadi pagi. Ia tidak berubah. Ia masih menundukkan kepalanya.
Feby pun menjadi sedikit agak merinding melihat itu cowok. Apa penglihatan Feby
yang salah. Bahwa itu cowok bukan manusia melainkan penunggu kelas 12 ipa 1.
Feby
pun langsung bertanya pada Ira.
“ ra, kamu liat kan yang di pojok sana ? “
Tanya Feby dengan muka sedikit agak gemetaran.
“ siapa? Yang mana? Yang duduk itu ? iya lah
aku lihat. Tenang saja mata kamu masih normal kok. Dya memang manusia kok Feb.
“ Ira pun seolah tau apa yang di rasakan oleh Feby.
“ masa’ kamu gak pernah tau dya sih? Kan kamu
udah 2 taon di sma ini. Tapi wajar sih kalau kamu nggak tau. Dya memang gak ada
yang pernah tau. Dya hidup sendiri seolah – olah gak butuh kita. Manusia
menyebalkan! Aku saja yang temen sekelasnya males kenal sama dya. Baru aja mau
nanya ini, eh aku takut duluan gara – gara tatapannya yang seakan mau membunuh
itu “ jelas Ira
Feby pun langsung diam mendengarkan penjelasan
Ira. Tapi ia pun berpikir sejenak. Tiba – tiba ia bicara dalam hati “ gak
mungkin ada orang diem nya super diem. Pasti dya punya alasan kenapa ia
bersikap aneh seperti itu “
Tiba – tiba lamunan Feby buyar ketika Ira meneriakki
telinganya.
“ Feb! kamu ngelamun ? kantin yuk. Gak ada
guru ni. “
Feby pun membalas dengan senyuman lalu
menganggukkan kepalanya tanda ia mengiyakan ajakan Ira.
Ω
Begitu ramai kantin yang mereka berdua masuki.
Namun Feby tak menghiraukannya. Ia masih mendongakkan kepalanya. Seakan ia
mencari seseorang yang menghilang dari genggamannya. Padahal Ira dekat dengan
Feby. Bahkan sangat – sangat dekat.
“ hey. Kamu nyariin siapa sih ? “ Tanya Ira
heran saat melihat Feby kebingungan.
“ eh enggak kok. “ jawab Feby tetap masih
dengan wajah yang penuh pertanyaan.
Setelah mereka berdua memesan 2 bakso dan 2
jus jeruk. Mereka akhirnya dengan selamat menaruhkan pantat mereka di kursi kantin yang mereka
perebutkan dengan segala pengorbanan.
10 menit telah berlalu, tiba sudah pesanan mereka berdua. Mereka berdua
pun menyantap makanan rakyat ini dengan sangat lahapnya. Namun tiba – tiba Feby
membelalakkan matanya saat melihat sesosok bayangan di depan matanya. Ia pun menatap
bayangan itu tanpa berkedip sedikitpun. Feby telah melihat sesosok bayangan
yang telah sama membuat dirinya kaget pada saat pertama ia menginjakkan kakinya
di kelas 12 ipa 1. Ya, tak salah lagi bayangan itu adalah cowok yang berada
tepat di pojok belakang. Cowok yang membuat Feby penasaran sampai saat ini.
Dengan cepat bayangan itu meninggalkan kantin yang masih sangat padat itu. Feby
pun langsung sontak berdiri. Hal itu langsung membuat Ira kebingungan.
“ kamu kenapa sih ? kayak ngelihat setan aja
“Tanya Ira sambil melahap baksonya.
“ hah ? enggak. Kamu tadi gak liat cowok itu ?
“ jawab Feby sambil duduk kembali dan menikmati baksonya.
“ cowok yang mana ? yang di depan kita ? cowok
gendut itu ? jangan bilang deh kalau kamu suka sama dya “ kata Ira sambil
tertawa terbahak – bahak.
“ enak aja. Bukan Ira. Itu lho cowok yang di
pojok belakang itu “
“ ooo… temen kita satu kelas itu ? namanya
Alvin Feb dya itu. Kenapa ? kamu tadi lihat dya ? “
“ Alvin ? nama yang bagus. Iya aku tadi
ngelihat dya beli apa gitu. Tapi dya langsung pergi gitu aja. Kayak keburu –
buru gitu. “
“ itu sih udah biasa Feb. dya memang gitu.
Selalu bersikap tergesa – gesa. Tempat favoritnya di taman belakang sekolah.
Dya itu dingin banget. Aneh deh pokoknya. “ jelas Ira panjang lebar.
Benak Feby
pun masih mencerna setiap kata -
kata Ira. Kini Ia semakin penasaran dengan cowok yang bernama Alvin itu. Mereka
berdua pun makan dengan lahapnya sampai bel masuk berbunyi.
Ω
Waktu menunjukkan pukul 19.00. tapi Feby masih
sibuk dengan mengotak – atikkan keyboard laptopnya. Dya masih asyik mengerjakan
sesuatu dengan menggunakan jari – jarinya. Ternyata gadis belia yang masih
berumur 17 itu asyik bermessage ria bersama seseorang di ujung sana. Sampai
tiba – tiba ibunya membuka pintu kamar Feby. Sontak Feby langsung memencet
tombol keyboard Fn+F6 yang berfungsi membuat monitor menjadi dalam keadaan
gelap untuk sementara.
“ ngapain sayang.. sibuk banget sih
kelihatannya “ tegur mama Feby sambil menghampiri anaknya.
“ eh iya ma. Ini lagi nulis – nulis aja. “
jawab Feby sekenanya sambil mencoret – coret bukunya.
“ ya udah kalau gitu. Mama tinggal keluar dulu
ya “ kata mama Feby sambil meninggalkan kamar putri satu – satunya itu.
“ untung mama gak liat kalau aku lagi
berchatting ria dengan seseorang “ kata Feby dalam hati. Feby memang lagi
bermassage ria menggunakan aplikasi yang sudah sangat popular di kalangan
masyrakat. YM ( Yahoo Massanger ) salah satu aplikasi yang memang sudah pasti
ada di Laptop maupun Komputer.
Salah satu Hobi Feby memang main YM. Ia tiap malam
selalu membuka YM. Tetapi itu pun ia lakukan kalau ia tidak memiliki tugas yang
harus dikerjakan. Apa lagi di seberang sana ada sesosok cowok yang menemaninya.
Nick cowok itu di YM “ Secret Admire “. Unik menurut Feby. Tiap malam Feby
selalu bercerita segala aktivitasnya kepada ini cowok. Padahal, tak satu
kalipun mereka berdua pernah bertemu. Bahkan mereka berdua pun tak pernah
mengetahui nama asli mereka masing – masing. Karena mereka berdua memang
sengaja melakukan hal itu. Agar suatu saat
bisa menjadi kejutan mereka berdua.
Ω
Pagi telah menjelang. Sekali lagi Feby datang
pagi. Tak seperti kemarin yang alasannya mencari bangku kosong di depan,
melainkan Feby sekarang datang pagi karena Ia memiliki suatu tujuan. Tak lain
dan tak lebih Ia ingin melihat Alvin cowok yang duduk di pojok belakang. Tak
salah lagi, ketika Feby menginjakkan kakinya di kelas, ia langsung bisa melihat
sosok itu yang masih tetap seperti kemarin, duduk sambil menundukkan kepalanya.
Entah apa yang sebenarnya cowok itu baca. Hal ini lah yang semakin membuat Feby
penasaran. Setelah ia meletakkan tas warna pinknya, ia langsung menuju ke
bangku pojok belakang. Sambil sedikit gugup, ia langsung mengulurkan tangan
sembari memperkenalkan diri.
“ nama aku Feby, kamu siapa ? “ Tanya Feby agak
sedikit ramah.
Namun cowok itu membalas
“ Tanya yang lain aja. Pasti mereka tau nama
ku. Lagian kan kemarin guru udah ngabsen, seharusnya kamu tau lah namaku. “
Plas! Wajah Feby langsung pucat pasi. Ia pun
langsung meninggalkan itu cowok. Dan langsung menuju keluar entah kemana. Yang
ada di pikirannya sekarang, pokoknya gimana deh caranya bisa menjauh dari itu
cowok, karena ia memang telah benar – benar malu.
Ω
Selesai sudah pelajaran hari ini, semua murid
bersorak riang menyambutnya. Tak kalah dengan Feby, ingin rasanya ia tiba
dengan cepat di rumah.
“ huaaa… capek banget sih hari ini. Eh anterin
ke toko buku yuk Feb “ Tanya Ira sambil memasukkan buku – bukunya ke dalam tas.
“ hah?? Gimana ya?? “ jawab Feby
“ ayolah Feb. sekali ini aja. Please…. “ seru
Ira sambil memohon.
Feby pun langsung menganggukkan kepalanya.
Sebenarnya ia terpaksa mengikuti ajakan Ira, tetapi bagaimana lagi. Ia baru
dapat temen di kelas ini, masa’ iya sih dya harus kehilangan temannya hanya
gara – gara masalah sepele seperti ini.
Feby dan Ira pun memasuki toko buku yang cukup
besar. Mereka berdua pun berpisah. Seketika itu juga, Feby melihat Alvin. Gak
salah lagi ia melihat Alvin sedang memilih buku. Timbul lagi perasaan penasaran
Feby pada cowok tersebut. ingin rasanya Ia menghampiri cowok tersebut. namun
buru – buru Alvin meninggalkan tempat tersebut sambil memasang topi yang ada
pada jaketnya.
“ eh Feb. aku udah dapet ni bukunya. Pulang
yuk “ kata Ira mengejutkan Feby.
“ eh iya. Ayo kita pulang. Udah dapat kan
bukunya “
“ oke “
Ω
Hey Secret
Admire….
Aku ma cerita ni.
Tadi aku ketemu cowok itu lagi. Yang aku ceritain sama kamu kemarin itu lho….
Tapi sayang, dya
buru – buru banget. Semakin penasaran ni aku sama dya.
Ternyata
Feby sedang asyik ber YM ria dengan nick Secret Admire. Tanpa di sangka, Feby
selalu menceritakan cowok yang selalu membuat Ia penasaran. Tanpa menyebutkan
nama si Cowok tersebut.
Hmmm…
Penasaran apa jatuh cinta ni ??
hahahahah
Kenapa gak kamu coba lagi untuk
berkenalan. Kalau dya galak, kamu harus lebih galak dong.
Ternyata
tak lain dengan Feby, Secret Admire pun sudah merasa akrab sama sekali sama
Feby. Bahkan ia selalu menceritakan kejadian yang ia alami.
Tepat
ketika Feby mau membalas, tiba – tiba mamanya telah memegang gagang pintu, dan
hampir saja membukanya. Sontak Feby langsung kaget dan buru – buru mematikan
laptopnya. Feby buru – buru mematikan laptopnya, karena jam dinding Feby telah
menunjukkan pukul 21.15. pukul segitu memang merupakan jam tidur Feby, dan
mamanya pun selalu mengecek kondisi kamar anak tunggalnya ini. Tepat saat mama
Feby membuka pintu kamar Feby, Feby telah memejamkan matanya. Lebih
tepatnya Ia telah pura – pura tidur. Setelah mama Feby pergi
meninggalkan kamar Feby, Feby pun dapat bernapas dengan lega.
Ω
Seperti
biasa Feby telah tiba di kelas dengan paginya. Entah mengapa akhir – akhir ini
Feby selalu merasa ingin datang pagi. Bahkan mengalahkan itu cowok. Tapi
ternyata Feby salah, Ia masih lebih kalah dengan cowok di pojok itu. Feby pun
dengan malasnya meletakkan tas pinknya di bangkunya. Namun baru saja ia
meletakkan tasnya, tiba – tiba cowok itu menghampiri Feby.
“
ini aku dapat pengumuman dari salah satu guru. Kamu aja yang nyampeiin
pengumuman ini ke temen – temen. Aku malas. “ kata Alvin tanpa ekspresi
sekalipun, Setelah mengatakan hal itu, Alvin pun langsung berlalu meninggalkan
Feby yang masih bengong dengan bego’nya.
Feby
pun merutuk dalam hati “ bisa sopan gak sih ni cowok, minta tolong dulu kek,
bilang terima kasih atau apalah. Dasar menyebalkan ! “
Feby
pun langsung membaca pengumuman yang Alvin berikan, ternyata pengumuman itu
menjelaskan bahwa dalam rangka bulan bahasa di adakan lomba membuat cerpen
tingkat kabupaten yang di ikuti oleh peserta SMA kelas 10, 11, dan 12.
Feby
semakin heran, mengapa Alvin tak membagikan pengumuman itu sendiri kepada teman
– teman. Tetapi mengapa malah memberikan pada Feby. Sungguh aneh menurut Feby.
Feby kini semakin penasaran terhadap cowok yang bernama Alvin ini.
Ketika
kelas telah ramai oleh para penghuni kelas 12 ipa 1, Feby pun langsung
meneriakkan pengumuman yang ia peroleh dari Alvin. Suara Feby Nampak lantang
membacakan pengumuman itu. Tiba – tiba Feby melihat ke pojok, entah mengapa
ternyata Alvin memperhatikan dirinya. Namun, secara tiba – tiba Alvin langsung
memalingkan mukanya ketika ia harus bertatapan mata dengan Feby. Tak hanya
Alvin, Feby pun merasa aneh, spontan ia juga langsung memalingkan mukanya.
Ω
Kelas 12 ipa 1 nampak lengang,
karena penghuni kelas ini telah bnerhambur berlari keluar kelas untuk menuju
rumah mereka masing – masing. Tetapi, ketika Feby akan keluar dari kelasnya,
tiba – tiba ia terkejut saat ada yang memanggil namanya.
“ feb… kamu pulang sama sapa ? “
Tanya suara itu yang ternyata seorang cowok.
“ aku di jemput papa “ jawab Feby
“ boleh aku antar ? “ Tanya cowok
yang ternyata Alvin
Hal ini membuat Feby terkejut,
bahkan ia tak bisa bicara, ia hanya mampu menganggukkan kepalanya. Ia heran,
bagaimana cowok sependiam dan sedingin Alvin, bisa bicara dengan dirinya.
Feby pun mengikuti Alvin di
belakanganya, Alvin begitu cepat berjalan. Bahkan ia lupa dengan Feby. Feby pun
merasa jengkel dengan Alvin. Tak sadar ia menendang batu, namun, ternyata itu
batu terlempar mengenai kaki Alvin.
“ kenapa ? “ Tanya Alvin heran
“ ya kamu itu yang kenapa ? rumah ku
tu jauh… kalau jalan kaki bisa gempor “ jawab
Feby dengan judes.
Ternyata benar, ternyata mereka
berdua telah jauh meninggalkan sekolah.
“ iya.. tu udah di depan parkirannya
“
Feby menjadi heran, “parkiran?
Bukannya di sekolah ada parkiran ? kenapa harus milih rumah orang buat di
jadiin parkiran ?” kata Feby dalam hati.
Ternyata Alvin memarkirkan mobilnya
di rumah orang tersebut. lagi – lagi Feby di buat penasaran oleh Alvin.
“ udah ayok masuk “ kata Alvin
sambil membukakan pintu untuk Feby.
Ω
Di sepanjang jalan Feby hanya diam, ia masih bingung akan
Alvin. Mulai dari sikap sampai perlakuannya hari ini kepada dirinya.
“ vin, kenapa kamu parkir ini mobil jauh banget ? “ Tanya
Feby memulai obrolan ringan.
“ mungkin kamu teman yang baik buat aku Feb. karena kamu
berbeda dari yang lain. Aku akan cerita dari awal. Aku dulu tak seperti ini
Feb. aku supel dalam bergaul aku punya band, aku punya cewek yang perhatian,
tapi itu dulu Feb ketika aku masih kaya. “
“ maksud kamu gimana ? perusahaan ayah kamu bangkrut ? “
“ nggak Feb. keadaan berubah ketika ayahku tertuduh
korupsi. Seketika itu pula hidupku perlahan berubah. Ketika aku sma kelas 1,
aku sudah punya mobil, tetapi kemudian di sita Feb. saat itu pula teman band
ku, sahabat ku, bahkan pacar ku meninggalkan ku Feb. bayangkan mereka dekat
dengan aku, ketika aku senang, ketika aku sekarat, mereka pergi begitu saja
Feb. “ Alvin menjelaskan, tanpa sadar air matanya menetes.
“ tetapi, mama tak tinggal diam Feb, mama masih punya
perkebunan di daerah sini. Hingga akhirnya aku pindah rumah Feb. Dan mulai
berubah. Aku sudah tak percaya sama siapapun. Aku takut jika mereka telah
melihat aku bangkit kembali, mereka hanya akan mendekatiku sementara Feb. Aku
tak mau kejadian dulu terulang kembali Feb. Hingga akhirnya aku merubah sifat
ku seperti ini “ jelas Alvin sambil menangis.
“ yakinlah Vin, mereka itu berbeda dari temanmu yang
dulu. Jangan jadi orang tertutup seperti ini. Gak semua orang itu sama Vin “
nasehat Feby untuk Alvin sambil Feby menepuk pundak Alvin lembut.
“ iya Feb. aku akan coba berubah sepertii dulu. Makasih
ya Feb. eh rumah mu mana? “ kata Alvin sambil menyunggingkan senyum.
“ itu di gang depan “
Ketika mobil Alvin telah tiba di depan rumah Feby, Feby
pun turun dan kemudian Alvin meninggalkan Feby dengan senyuman.
Ω
Hari ini Feby tampak bahagia, berkat Alvin telah mau
berbagi dengan dirinya mulai siang tadi. Feby pun jadi tau, bahwa Alvin
ternyata punya rahasia yang tak orang tau. Ia bahagia, karena ia percaya dengan
dirinya.
Hay……
Secret,, aku lagi bahagia banget nih.. J
Feby
memulai ber YM rianya dengan secret admire. Ia ingin berbahagia dengan cowok
yang ia kenal dekat melalui dunia maya ini.
Secret Admire : Seneng kenapa sih ?
Little_Fairy : iya…
cowok yang aku ceritain ke kamu, akhirnya mau ngomong juga sama aku. Dia sampai
cerita masalah hidupnya ke aku.
Secret Admire : jangan – jangan dia jatuh cinta sama kamu.
Buktinya dia mau berbagi cerita sama kamu. Aku cemburu nih L
Little_Fairy :
hahaha.. ya enggak lah… ye,, ngapain juga kamu cemburu ? :P
Secret Admire : kenapa ya ? :P bercanda kali’ :P oh iya,
Little, kita kan udah lama nih kenal. Tapi kita nggak tau nama kita masing –
masing. Boleh tau gak sih nama kamu siapa ?
Little_Fairy : iya
sih… kamu sih, nggak mau buka identitas kamu. Nama aku Feby. Kamu ?
Secret Admire : oh ya? Nama kamu Feby ? Nice Name. seperti
nama gadis yang lagi aku deketin :D
Little_Fairy : oh
ya?? Kamu kok gak mau cerita – cerita sih kalau kamu lagi deket sama cewek L aku kan cemburu….
Secret Admire : gentian nih ceritanya :P iya deh… besok kita
ketemuan, lalu aku ceritain deh ke kamu siapa cewek yang lagi aku deketin itu.
Little_Fairy : oke
deh.. dimana ? oh iya, nama kamu ?
Secret Admire : di café di deket jalan Melati… nama ku
Satria
Little_Fairy :
disana ? deket banget sama rumah ku… oke deh pulang sekolah ya ?
Secret Admire : oke deh my Little_Fairy :P
Sejenak,
Feby menatap jam dinding yang terletak di kamarnya. Tak di sangka jam telah
menunjukkan pukul 22.00. Feby kaget, ia tak mengira, kalau ia telah terlalu
lama mengobrol dengan Secret Admire. Tanpa piker panjang ia langsung mematikan
laptopnya. Lalu mematikan lampu kamarnya. Ia takut jika mamanya datang ke kamarnya
dan melihat dirinya belum tidur. Bisa – bisa ia mendapat ocehan dari mamanya.
Ω
Seorang cewek berambut sebahu
memasuki Café “ Planet Teens “ masih lengkap dengan baju putih abu-abunya. Tak
lain, cewek itu ialah Feby. Feby memenuhi janjinya dengan Satria.
Sejenak ia menunggu cewek tersebut,
sesuai dengan janjinya kemarin. Tanpa di duga Feby, ternyata tiba – tiba Alvin
datang menghampirinya.
“
hey Feb.. “ sapa Alvin sambil menepuk bahu Feby.
“
Hey Vin… ngapain kesini ? “ Tanya Feby heran
“
iya nih.. lagi mau ketemuan sama cewek.. hahahaha “ jawab Alvin sambil tertawa
“
oh ya… sama dong… gimana kalau kita ketemuannya bareng aja. Kita tunggu disini
bareng “
“
boleh juga tuh ide “ kata Alvin sambil menarik kursi ke depan hadapan Feby.
Lama mereka menunggu seseorang yang
mereka temui, namun tak satupun diantara mereka yang ditemui oleh kenalan
mereka masing – masing.
“
Feb, cowok yang kamu temuin itu siapa sih ? “ Tanya Alvin memulai pembicaraan
“
dia itu cowok yang aku kenal lewat YM Vin… namanya Satria “
Alvin tiba – tiba tersedak mendengar
jawaban Feby.
“
jadi,, Little_Fairy itu kamu ?? aku Satria Feb “
“
nama kamu Alvin! Bukan Satria “
“
nama aku, Alvin Satria Prawira “ jawab Alvin yang ternyata Satria menjelaskan.
“
apa ?? Jadi selama ini secret admire itu kamu ?? aku gak nyangka banget “ kata
Feby sambil tersipu malu.
Mereka berdua pun kini hanya senyum
– senyum sendiri. Tak disangka ternyata orang yang ingin mereka temui, ternyata
ada di hadapan mereka masing – masing.
Ω
Pagi ini tak seperti biasanya, tiba – tiba banyak
sepasang mata, mengarahkan pandangannya ke 2 sejoli ini. Tak lain, yang mereka
lihat adalah Feby dan Alvin. Mereka berdua tampak akrab berjalan berdua. Hal
ini membuat seantero SMA tersebut kaget bukan main. Bagaimana bisa seorang
Alvin yang dingin tiba – tiba bisa tertawa cekikikan dengan seorang gadis yang
tak lain adalah Feby.
“ para penghuni SMA
Nusa Bangsa ini, saya akan mengatakan bahwa saya Alvin Satria Prawira mencintai
Feby Indah Permata. Dan ingin menjadi kekasih Feby “ kata Alvin menghentikan
langkah Feby dan berteriak sekencang – kencangnya.
Hal ini membuat penghuni SMA Nusa Bangsa kaget bukan
main. Lagi – lagi mereka rtak mengira, kalau Alvin bisa berbuat senekat ini.
“ saya Feby Indah Permata,
menerima Alvin Satria Prawira menjadi pacar saya “ kata Feby sambil malu –
malu.
Mentari pagi, dan sorak gembira penghuni SMA Nusa Bangsa,
menghiasi langkah Feby dan Alvin menuju pintu kelas dan pintu kebahagiaan.

1 komentar:
Heheheh hobi nun :p
Gak prnah buka blog aku nun. Gak ngerti uwes lek awakmu ngoment XD
Posting Komentar