Pages

Jumat, 04 April 2014

Surat untuk mu penghuni di Kursi Berkelas


Engkau yang disana, bersandar akan kursi berlapis emas
Disini kami memandang mu
Memandang akan tingkah laku sok bijaksananya diri mu
Engkau yang berdasi
Tak pernahkah engkau berpikir sejenak akan kaum pemakan singkong
Pernahkah engkau berpikir menjadi salah satu di antara mereka ?
Menangis meratapi nasib akan kejamnya jaman
Namun, engkau masih gagahnya menantang dunia
Dengarkan kami wahai penghuni istana nan kejam
Kami butuh engkau! Dalam menjalani roda kehidupan ini
Bukan hanya melihat tingkah laku kalian yang bertopeng

Ini Apa Ya ?

Kamu, masih menjadi satu - satunya nama yang menyangkut dihatiku.
Tak akan pernah terhapus walau aku mencoba melupakan.
Ketika aku berkata tidak, bukan berarti aku tak mau.
Hanya bibirku yang berkata, bukan dengan hatiku.
Egoku terlalu tinggi ketika masa muda mendera.
Ketika masa itu terlampaui, aku menyadari semuanya.
Inikah cinta ? Mengapa aku menolaknya ketika cinta menyapaku ?
Menyesal, mungkin hanya kata itu yang selalu menderu dalam hatiku.