Engkau yang disana, bersandar akan kursi berlapis emas
Disini kami memandang mu
Memandang akan tingkah laku sok bijaksananya diri mu
Engkau yang berdasi
Tak pernahkah engkau berpikir sejenak akan kaum pemakan singkong
Pernahkah engkau berpikir menjadi salah satu di antara
mereka ?
Menangis meratapi nasib akan kejamnya jaman
Namun, engkau masih gagahnya menantang dunia
Dengarkan kami wahai penghuni istana nan kejam
Kami butuh engkau! Dalam menjalani roda kehidupan ini
Bukan hanya melihat tingkah laku kalian yang bertopeng

