Hujan deras mengguyur kota saat ini.
Tak hanya itu,, suara Guntur pun bersahut-sahutan. Suara Guntur seakan ingin
membelah bumi ini. Halilintar pun saling menyambar merasa tak ingin terkalahkan
oleh suara Guntur. Di taman, terlihat seorang gadis remaja yang berdiri di
dekat pohon sambil mendekap tubuhnya. Seakan dinginnya malam itu membuat
tubuhnya ingin terjatuh. Tetapi, gadis itu masih kuat berdiri disana disaat
semua orang telah berteduh di tempat yang aman dari guyuran hujan tersebut.
gadis tersebut masih berdiri disana sambil menundukkan kepala. Terlihat dia
sedang menunggu seseorang. Namun,, seseorang tersebut tak datang. cewek
tersebut tak putus asa menunggu seseorang itu.
Hingga tiba-tiba ia dikejutkan saat
seseorang tersebut memayunginya menggunakan payung. Gadis tersebut hanya
tersenyum kemudian memeluk seseorang itu, yang ternyata adalah seorang cowok. Cowok
tersebut itu pun mengajak cewek tersebut ke tempat yang lebih teduh.
“ira,, kenapa kamu rela nungguin aku sampai seperti ini?? “
kata cowok tersebut kepada cewek itu yang ternyata bernama Ira.
Mereka berdua pun duduk di sebuah
pondok yang kecil. Namun, telah banyak orang yang berada disana. Ira pun hanya
tersenyum sambil menggigil kedinginan. Kemudian ia menjawab.
“ karena aku akan menepati janjiku. Jika aku akan menunggumu
di tempat ini,, aku akan menunggu mu di tempat yang aku janjikan sendiri. Dan
aku yakin kamu pasti datang. Walaupun kamu telat. Indra,, aku rela telah engkau
jadikan kedua. Tapi,, aku mohon cintai aku dengan tulus. Seprti aku mencintai
diri mu. Aku gak berharap engkau jadikan aku yang pertama. Aku sudah cukup
senang engkau jadikan selingkuhan. Walaupun sebenarnya ini itu tidak boleh
terjadi. “ kata Ira sambil menghembuskan nafas sambil menaruh kepalanya di
pundak cowok yang bernama Indra.
“ aku ingin Ra,, mencintai kamu dengan sepenuh hati. Tetapi,,
bukannya kamu sendiri yang ingin aku tetap berpacaran dengan vina“
Ira hanya terdiam,, ya, memang semua ini salah dirinya.
Mereka berdua hanya terdiam hingga
mereka menyadari kalau hujan telah reda.
Keesekon harinya di sekolah.
“ Ira…… lo kenapa kok pucat sih?? “ kata Vina saat vira aru
melangkah memasuki kelas.
“ apaan sih loe,, orang gak pucet di
bilang pucat “ sahut Ira
Mereka berdua memang sahabat baik
mulai kelas 1 sma hingga kelas 3 sma. Mereka berdua tidak pernah ada
pertengkaran hanya gara-gara masalah cowok. Tak hanya itu,, Ira sangat
menyanyangi sahabatnya ini. Ia tak ingin melihat sahabatnya sedih. Walaupun
mereka memiliki watak yang berbeda, vina cewek yang manja dan gemesin.
Sedangkan vira ialah cewek yang pendiem dan murah senyum. Mereka tetap kompak
dalam setiap acara.
Karena itu, Ira tak ingin vina tau
kalau ia menjadi selingkuhan Indra pacar vina. Perasaan memang tak bisa
dipaksakan. Ira cinta indra, indra juga sangat mencintai Ira. Waktu itu indra
sempat mau mutusin vina. Tetapi semua itu dilarang oleh Ira, ia takut
sahabatnya sedih. Karena indra mencintai Ira, ia rela ngelakuin apa aja demi
Ira.
“ eh Ra,, gue kemarin dikasih kalung lho sma indra. Bagus
gak?? “ kata vina sambil menunjukkan kalung yang ia pakai pada Ira saat Ira
sedang menaruh tas ke bangkunya.
“ bagus kok vin… kamu pantes banget makai itu “ kata Ira sambil tersenyum sumringah.
Loe beruntung vin… bisa
dapetin tu kalung.dan loe juga beruntung dijadiin yang pertama. Gak kayak gue
yang hanya dijadiin kedua dan gak dianggap penting. Kata Ira dalam hati.
Bel istirahat telah berbunyi.
“ vin,, ke kantin yuk.. laper… “ kata Ira sambil memegang
perutnya yang sudah minta jatah.
“ ya… sorry Ra… gue ke kantin bareng
indra… “ kata vina sambil menunjuk indra
Tiba-tiba indra datang menghampiri mereka berdua.
“ ya udah vin,, ajak juga Ira… “ kata indra sambil tersenyum
pada Ira.
“ gag usah ndra… gue ngajak yang lain aja “ kata Ira
“ ya.. Ra…. Sama kita aja ya… “ kata vina manja
“ ya udah deh… apa sich yg gag buat sahabat ku ini “ kata
vira sambil menyubit lengan vina. Hingga membut indra tertawa sambil bertatap
pandang dengan vira.
Mereka bertiga pun menuju ke kantin.
Di kantin mereka bertiga memesan bakso.
Tempat duduk indra berhadapan dengan Ira, sedangkan vina di sebelahnya. Hal itu
membuat indra dapat melihat jelas wajah kekasih gelapnya saat makan.
Pesanan mereka datang, mereka bertiga
pun makan dengan lahapnya. Hingga tiba-tiba ada yang menyenggol lengan Ira dan
membuat bakso yang ingin ia lahap mengenai baju seragamnya. Hal itu membuat
indra langsung membersihkan baju seragam Ira dengan tissue. Vina melihat indra,
ia sngat heran terhadap perhatian yang indra berikan kepada Ira. Ia seakan-akan
membersihkan noda itu dengan kasih sayang.
“ ndra.. udah makasih… aku bisa
sendiri. Aku ke toilet dulu ya vin ndra “
Vina hanya terdiam saat Ira meninggalkan mereka. Indra pun
menjadi salah tingkah.
Di kelas, Vina dan Ira hanya diem-dieman. Hingga akhirnya Ira
memulai pembicaraan.
“ vin,, loe marah ya?? Masa’ gitu aja
marah sih?? “
“ Ira…. Aku gak marah kok… aku hanya cemburu tau “ Vina
cemberut dengan khasnya. Kemudian dia pun tersenyum. “ Ira…Ira… gak kok… lagian
aku percaya sama kamu… gak mungkin kamu jadi suka sama pacar sahabatmu sendiri
apa lagi hanya gara-gara masalah sepele tadi. “
Vina pun hanya tersenyum sambil
melanjutkan tulisannya. Namun pikirannya telah terbang kemana-mana.
Vina… seandainya kamu tau apa yang terjadi… aku takut Vin kamu ngebenci
aku…
Aku gak mau
persahabatan kita putus gara-gara Indra. Tapi,, aku gak bisa pungkiri Vin,, aku
mencintai Indra. Melebihi diri mu mencintai dirinya. Seandainya aku bisa jujur
pada mu vin.
Bel telah berbunyi…
Tiba-tiba indra menghampiri vira dan vina yang saat itu
sedang berjalan bersama.
“ vin,, kita pulang bareng yuk.. “
kata indra
“ ya…. Gue bawa mobil ndra… Ira aja deh yang bareng ma loe… “
“ kok gue?? gag enak lah gue ma loe
vin… “
“ gue percaya ma loe kok Ra… “ “ ya udah dech Ra,, kita pulang “ mereka
berdua pun meninggalkan Vina. Namun,, lagi-lagi Vina merasa aneh. Tapi,
perasaan itu langsung ia tepis. Ia percaya pada Ira. Hal itu yang membuat ia
menepis semua perasaan aneh terhadap mereka berdua.
Di jalan, Ira dan Indra banyak sekali
mengobrol. Mereka berdua tertawa bersama. Hingga akhirnya Ira memulai
pembicaraan serius keadaan mulai menjadi sunyi.
“ ndra.. aku ingin gag kamu jadiin yang kedua! Aku gak mau
nyakitin perasaan sahabatku sendiri. Lebih baik aku akan pergi. Dan hanya ada
satu cewek di hati mu! Bukan dua. “
“ aku gak bisa Ra. Dengan mu aku merasa nyaman. Beda dengan
Vina. Aku mencintai kamu Ra. Aku rela saat kamu bilang aku harus tetep pacaran
sama vina. Tapi,, aku gak rela kalau harus putus sama kamu. “
“ aku tau ndra. Karena disini masih ada aku. Seandainya aku
gak ada di kehidupan mu. Mungkin kamu udah dapat mencintai vina dengan tulus.
Terus terang aku sangat mencintai kamu ndra. Dan aku gag mau kehilangan kamu.
Tapi, bagiku vina lebih penting dari segalanya. “
“ aku akan putusin semuanya. Bahwa
aku akan mutusin vina “
“ aku mohon jangan ndra.. plise… ptusin aku adjah “ kata Ira
sambil menangis.
“ aku gak bisa kalau harus mutusin
kamu Ra… gak bisa “
“ nanti malam temui aku di tempat biasa. Jangan ptusin dia
dulu “
“ oke aku akan tepati janji mu “
“ aku mohon kamu gag telat!!! “
Tak terasa mereka telah sampai di rumah Ira. Ira pun langsung
turun dan meninggalkan indra tanpa basa-basi. Indra hanya tertunduk lemas. Dan
langsung tancap gas.
Malam telah tiba. Ira telah menunggu
datangnya Indra di tempat biasa. Yaitu di taman dimana Ira pernah kehujanan
gara-gara menunggu Indra terlalu lama.
Namun, Indra malah asyik makan malam
barsama Vina. Dia pun terkejut saat melihat sms dari Ira. Ia pun langsung
meninggalkan Vina tanpa alasan. Tapi,,
tangan Vina lebih kuat memegang tangan Indra. Dia pun menatap indra seakan
meminta penjelasan. Indra hanya terdiam, hingga akhirnya ia duduk kembali. Vina
langsung merebut hp indra dari tangan indra. Indra tak dapat berbuat apa-apa,
karena bagi dia cepat atau lambat, cinta terlarang ini akan segera diketahui
Vina.
Vina yang mmbaca sms itu langsung
kaget. Di pesan itu tertulis
Aku mohon kamu cepat
datang…
I Love you!!
Hal itu spontan membuat vina menangis dan tak dapat berkata
apa-apa.
“ tega kalian ngelakuin ini semua pada ku.. sejak kapan
kalian pacaran di belakangku??!!! “
“ sejak seminggu setelah kita jadian “ “ kalau kamu memang
gak cinta aku,, kenapa kamu nembak aku??”
“ karena aku jatuh cinta pada Ira. Aku jatuh cinta sejak
bertemu dia di perpustakaan. Dan aku gag sengaja menatap matanya. Hal itu
membuat aku sangat sulit buat melupakannya. Aku juga tidak tau kenapa hanya
menatap matanya aku dapat jatuh cinta. Dan itu melebihi rasa cintaku sama
cintamu“
“ sekarang,, kamu milih dia apa aku ?? kalau dia,, aku akan
bunuh diri sekarang juga “ kata vina sambil berteriak. Hal itu membuat
pengunjung yang di restorant menjadi sangat terkejut dan menoleh ke mereka
berdua.
“ aku harus tepatin janjiku vin… aku mohon kamu jangan bunuh
diri ya?? “ kata indra memoohon
“ shit!!! Gag usah tepatin janji dia! Dia juga gak tepatin
janjinya buat gak akan suka ma kamu. Jadi gak usah tepati janjinya!!! Atau aku
akan bunuh diri”
Indra hanya dapat termenung, bahkan ia pun tidak boleh
menghubungi Ira. Hpnya disita oleh vina.
Indra pun hanya menurut saat disuruh mengantarkan vina. Sedangkan vina mengirim
sms gak bener ke Ira.
Ira yang mendapat sms yang berisi
Aku gak cinta kamu.
Semua yang aku katakan sama kamu itu bohong!!
Kamu hanya cewek bodoh
yang dapat aku tipu !!
Namun hal itu membuat Ira tertawa, Ira
tak percaya akan sms itu. Karena ia begitu yakin kalau indra tak seperti itu.
Ia mengira, telah terjadi sesuatu antara indra, vina, dan dirinya.
Akhirnya Ira pun pulang,, namun
sungguh malang nasibnya. Entah mengapa tiba-tiba ia ditabrak sebuah mobil saat
mengendarai motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Tiba-tiba vina terkejut saat hpnya sendiri ada sms dr mamanya
Ira. Dan pesan itu berisi kalau Ira kecelakaan dan dia sedang kritis.
“ ndra,, kita ke rumah
sakit… Ira kecelakaan!! Gag usah banyak Tanya. Cepetan!! “
Indra pun gak banyak Tanya, ia pun langsung menggandeng
tangan Vina keluar dari restaurant dan kemudian ia langsung mengambil mobilnya
kemudian langsung menancap gas.
Setibanya di rumah sakit, vina langsung menemui mama Ira. Dan
ia menanyakan kondisi Ira.
“ te,, gimana keadaan vira?? “
“ Ira koma sayang “ kata mama Ira sambil meteskan air mata.
Akibatnya vina yang tadinya sangat benci sama Ira menjadi ikut menangis
begitupun indra.
Vina dan indra pun masuk ke ruangan Ira yang sedang dirawat,
kecelakaan itu sangat parah sekali.
“ oh iya namanya dek indra mana ya ?? “ indra pun langsung
menemui mama Ira.
Tiba-tiba Ira sadar, dan ia memanggil nama vina dan indra.
Secara spontan, mereka pun langsung mendekat..
“ vin,, aku minta maaf…. “ Ira pun terdiam sejenak sambil
mengambil nafas. “ aku udah selingkuh sama Indra “ tiba-tiba Ira memejamkan
mata. Namun Ia kemudian kembali membuka matanya.
“ iya aku maafin “ “ makasih Vin… aku mohon baca surat ku “
setelah berkata seperti itu, Ira pun menghembuskan nafasnya kemudian disusul
dengan bunyi tiiiiittttt…. Dri monitor detak jantungnya.
Vina dan indra pun menerima sebuah kotak dri mama Ira. Di
kotak tersebut berisi rekaman suara Ira yang sedang menyanyikan slah satu lyric
Cinta Terlarang, sebuah lagu yang sempat di populerkan oleh 2 dara muda The
Virgin. Tak lupa Ira juga menyisipkan sebuah surat.
Mengapa
cinta ini terlarang,,, saat ku yakini kaulah milikku… mengapa cinta kita tak
bisa bersatu saat ku yakin tak ada cinta selain diri mu… tuhan berikan aku
hidup,, satu kali lagi untuk selalu bersamanya…. Ku mencintainya sungguh
mencintainya…… rasa ini sungguh tak wajar,, namun ku ingin tetap bersama dia
untuk selamanya….
hal ini membuat indra dan vina
semakin menagis. Kemudian vina pun membaca isi suratnya.
Vin,,ndra……
Mungkin nie malam
terakhir aku ketemu kalian…
Besok uda ujian kan??
Abis itu kelulusan…. Aku tau vin,, kamu sangat menyayangi indra. Jaga dia
baik-baik ya… karena aku mungkin tidak tinggal disini lagi,, aku mungkin akan
tinggal bersama saudara ku di luar kota. Maka dari tu ndra,, aku gak mungkin
pertahanin cinta ini… ya walaupun aku tau,, sangat sulit buat ngelepas kamu…
tapi,, aku percaya kok sama vina.. dia pasti akan jadi yang terbaik buat kamu….
Vin,, aku minta maaf ya…. Udah rebut cowok kamu…. Aku juga tidak tau,,, kenapa
aku bisa suka sama indra…. Ku harap kamu memaafkan aku ya vin?? Aku gag berani
serahin surat ini besok pagi,, karena aku yakin kamu pasti udah tau semua… dan
kamu pasti udah gak nyapa aku… maka dari itu,, aku sampaikan surat ini lewat
indra…. Dan aku mohon indra bisa jelasin semuanya. Aku rela kok gak kamu anggap
temen.. tapi,, jangan selamanya ya… cukup besok aja… aku tau kamu pasti sulit
maafin aku,, makanya aku udah tulis,, kalau aku minta maaf….
Bye…..
Seketika
kemudian,, Vina pun langsung menangis di dekapan Indra. Ia tak menyangka bahwa
sahabatnya rela nglepas perasaannya demi sahabatnya sendiri. Ia salah, ia
mengira bahwa Ira telah egois. Tetapi justru dirinya lah yang sangat egois.
Kini Ira
telah tenang saat mereka berdua telah menjadi pasangan sejati yang
sesungguhnya.