Pages

Sabtu, 28 Juli 2012

Tak Seharusnya Cinta Itu Tumbuh


Hujan deras mengguyur kota saat ini. Tak hanya itu,, suara Guntur pun bersahut-sahutan. Suara Guntur seakan ingin membelah bumi ini. Halilintar pun saling menyambar merasa tak ingin terkalahkan oleh suara Guntur. Di taman, terlihat seorang gadis remaja yang berdiri di dekat pohon sambil mendekap tubuhnya. Seakan dinginnya malam itu membuat tubuhnya ingin terjatuh. Tetapi, gadis itu masih kuat berdiri disana disaat semua orang telah berteduh di tempat yang aman dari guyuran hujan tersebut. gadis tersebut masih berdiri disana sambil menundukkan kepala. Terlihat dia sedang menunggu seseorang. Namun,, seseorang tersebut tak datang. cewek tersebut tak putus asa menunggu seseorang itu.  
Hingga tiba-tiba ia dikejutkan saat seseorang tersebut memayunginya menggunakan payung. Gadis tersebut hanya tersenyum kemudian memeluk seseorang itu, yang ternyata adalah seorang cowok. Cowok tersebut itu pun mengajak cewek tersebut ke tempat yang lebih teduh.
“ira,, kenapa kamu rela nungguin aku sampai seperti ini?? “ kata cowok tersebut kepada cewek itu yang ternyata bernama Ira.
Mereka berdua pun duduk di sebuah pondok yang kecil. Namun, telah banyak orang yang berada disana. Ira pun hanya tersenyum sambil menggigil kedinginan. Kemudian ia menjawab.
“ karena aku akan menepati janjiku. Jika aku akan menunggumu di tempat ini,, aku akan menunggu mu di tempat yang aku janjikan sendiri. Dan aku yakin kamu pasti datang. Walaupun kamu telat. Indra,, aku rela telah engkau jadikan kedua. Tapi,, aku mohon cintai aku dengan tulus. Seprti aku mencintai diri mu. Aku gak berharap engkau jadikan aku yang pertama. Aku sudah cukup senang engkau jadikan selingkuhan. Walaupun sebenarnya ini itu tidak boleh terjadi. “ kata Ira sambil menghembuskan nafas sambil menaruh kepalanya di pundak cowok yang bernama Indra.
“ aku ingin Ra,, mencintai kamu dengan sepenuh hati. Tetapi,, bukannya kamu sendiri yang ingin aku tetap berpacaran dengan vina“
Ira hanya terdiam,, ya, memang semua ini salah dirinya.
Mereka berdua hanya terdiam hingga mereka menyadari kalau hujan telah reda.
Keesekon harinya di sekolah.
“ Ira…… lo kenapa kok pucat sih?? “ kata Vina saat vira aru melangkah memasuki kelas.
“ apaan sih loe,, orang gak pucet di bilang pucat “ sahut Ira
Mereka berdua memang sahabat baik mulai kelas 1 sma hingga kelas 3 sma. Mereka berdua tidak pernah ada pertengkaran hanya gara-gara masalah cowok. Tak hanya itu,, Ira sangat menyanyangi sahabatnya ini. Ia tak ingin melihat sahabatnya sedih. Walaupun mereka memiliki watak yang berbeda, vina cewek yang manja dan gemesin. Sedangkan vira ialah cewek yang pendiem dan murah senyum. Mereka tetap kompak dalam setiap acara.
Karena itu, Ira tak ingin vina tau kalau ia menjadi selingkuhan Indra pacar vina. Perasaan memang tak bisa dipaksakan. Ira cinta indra, indra juga sangat mencintai Ira. Waktu itu indra sempat mau mutusin vina. Tetapi semua itu dilarang oleh Ira, ia takut sahabatnya sedih. Karena indra mencintai Ira, ia rela ngelakuin apa aja demi Ira.
“ eh Ra,, gue kemarin dikasih kalung lho sma indra. Bagus gak?? “ kata vina sambil menunjukkan kalung yang ia pakai pada Ira saat Ira sedang menaruh tas ke bangkunya.
“ bagus kok vin… kamu pantes banget makai itu “  kata Ira sambil tersenyum sumringah.
Loe beruntung vin… bisa dapetin tu kalung.dan loe juga beruntung dijadiin yang pertama. Gak kayak gue yang hanya dijadiin kedua dan gak dianggap penting.  Kata Ira dalam hati.
Bel istirahat telah berbunyi.
“ vin,, ke kantin yuk.. laper… “ kata Ira sambil memegang perutnya yang sudah minta jatah.
“ ya… sorry Ra… gue ke kantin bareng indra… “ kata vina sambil menunjuk indra
Tiba-tiba indra datang menghampiri mereka berdua.
“ ya udah vin,, ajak juga Ira… “ kata indra sambil tersenyum pada Ira.
“ gag usah ndra… gue ngajak yang lain aja “ kata Ira
“ ya.. Ra…. Sama kita aja ya… “ kata vina manja
“ ya udah deh… apa sich yg gag buat sahabat ku ini “ kata vira sambil menyubit lengan vina. Hingga membut indra tertawa sambil bertatap pandang dengan vira.
Mereka bertiga pun menuju ke kantin.
Di kantin mereka bertiga memesan bakso. Tempat duduk indra berhadapan dengan Ira, sedangkan vina di sebelahnya. Hal itu membuat indra dapat melihat jelas wajah kekasih gelapnya saat makan.
Pesanan mereka datang, mereka bertiga pun makan dengan lahapnya. Hingga tiba-tiba ada yang menyenggol lengan Ira dan membuat bakso yang ingin ia lahap mengenai baju seragamnya. Hal itu membuat indra langsung membersihkan baju seragam Ira dengan tissue. Vina melihat indra, ia sngat heran terhadap perhatian yang indra berikan kepada Ira. Ia seakan-akan membersihkan noda itu dengan kasih sayang.
“ ndra.. udah makasih… aku bisa sendiri. Aku ke toilet dulu ya vin ndra “
Vina hanya terdiam saat Ira meninggalkan mereka. Indra pun menjadi salah tingkah.
Di kelas, Vina dan Ira hanya diem-dieman. Hingga akhirnya Ira memulai pembicaraan.
“ vin,, loe marah ya?? Masa’ gitu aja marah sih?? “
“ Ira…. Aku gak marah kok… aku hanya cemburu tau “ Vina cemberut dengan khasnya. Kemudian dia pun tersenyum. “ Ira…Ira… gak kok… lagian aku percaya sama kamu… gak mungkin kamu jadi suka sama pacar sahabatmu sendiri apa lagi hanya gara-gara masalah sepele tadi. “
Vina pun hanya tersenyum sambil melanjutkan tulisannya. Namun pikirannya telah terbang kemana-mana.
Vina… seandainya kamu tau apa yang terjadi… aku takut Vin kamu ngebenci aku…
Aku gak mau persahabatan kita putus gara-gara Indra. Tapi,, aku gak bisa pungkiri Vin,, aku mencintai Indra. Melebihi diri mu mencintai dirinya. Seandainya aku bisa jujur pada mu vin.
Bel telah berbunyi…
Tiba-tiba indra menghampiri vira dan vina yang saat itu sedang berjalan bersama.
“ vin,, kita pulang bareng yuk.. “ kata indra
“ ya…. Gue bawa mobil ndra… Ira aja deh yang bareng ma loe… “
“ kok gue?? gag enak lah gue ma loe vin… “
“ gue percaya ma loe kok Ra… “  “ ya udah dech Ra,, kita pulang “ mereka berdua pun meninggalkan Vina. Namun,, lagi-lagi Vina merasa aneh. Tapi, perasaan itu langsung ia tepis. Ia percaya pada Ira. Hal itu yang membuat ia menepis semua perasaan aneh terhadap mereka berdua.
Di jalan, Ira dan Indra banyak sekali mengobrol. Mereka berdua tertawa bersama. Hingga akhirnya Ira memulai pembicaraan serius keadaan mulai menjadi sunyi.
“ ndra.. aku ingin gag kamu jadiin yang kedua! Aku gak mau nyakitin perasaan sahabatku sendiri. Lebih baik aku akan pergi. Dan hanya ada satu cewek di hati mu! Bukan dua. “
“ aku gak bisa Ra. Dengan mu aku merasa nyaman. Beda dengan Vina. Aku mencintai kamu Ra. Aku rela saat kamu bilang aku harus tetep pacaran sama vina. Tapi,, aku gak rela kalau harus putus sama kamu. “
“ aku tau ndra. Karena disini masih ada aku. Seandainya aku gak ada di kehidupan mu. Mungkin kamu udah dapat mencintai vina dengan tulus. Terus terang aku sangat mencintai kamu ndra. Dan aku gag mau kehilangan kamu. Tapi, bagiku vina lebih penting dari segalanya. “
“ aku akan putusin semuanya. Bahwa aku akan mutusin vina “
“ aku mohon jangan ndra.. plise… ptusin aku adjah “ kata Ira sambil menangis.
“ aku gak bisa kalau harus mutusin kamu Ra… gak bisa “
“ nanti malam temui aku di tempat biasa. Jangan ptusin dia dulu “
“ oke aku akan tepati janji mu “
“ aku mohon kamu gag telat!!! “
Tak terasa mereka telah sampai di rumah Ira. Ira pun langsung turun dan meninggalkan indra tanpa basa-basi. Indra hanya tertunduk lemas. Dan langsung tancap gas.
Malam telah tiba. Ira telah menunggu datangnya Indra di tempat biasa. Yaitu di taman dimana Ira pernah kehujanan gara-gara menunggu Indra terlalu lama.
Namun, Indra malah asyik makan malam barsama Vina. Dia pun terkejut saat melihat sms dari Ira. Ia pun langsung meninggalkan Vina  tanpa alasan. Tapi,, tangan Vina lebih kuat memegang tangan Indra. Dia pun menatap indra seakan meminta penjelasan. Indra hanya terdiam, hingga akhirnya ia duduk kembali. Vina langsung merebut hp indra dari tangan indra. Indra tak dapat berbuat apa-apa, karena bagi dia cepat atau lambat, cinta terlarang ini akan segera diketahui Vina.
Vina yang mmbaca sms itu langsung kaget. Di pesan itu tertulis
Aku mohon kamu cepat datang…
I Love you!!
Hal itu spontan membuat vina menangis dan tak dapat berkata apa-apa.
“ tega kalian ngelakuin ini semua pada ku.. sejak kapan kalian pacaran di belakangku??!!! “
“ sejak seminggu setelah kita jadian “ “ kalau kamu memang gak cinta aku,, kenapa kamu nembak aku??”
“ karena aku jatuh cinta pada Ira. Aku jatuh cinta sejak bertemu dia di perpustakaan. Dan aku gag sengaja menatap matanya. Hal itu membuat aku sangat sulit buat melupakannya. Aku juga tidak tau kenapa hanya menatap matanya aku dapat jatuh cinta. Dan itu melebihi rasa cintaku sama cintamu“
“ sekarang,, kamu milih dia apa aku ?? kalau dia,, aku akan bunuh diri sekarang juga “ kata vina sambil berteriak. Hal itu membuat pengunjung yang di restorant menjadi sangat terkejut dan menoleh ke mereka berdua.
“ aku harus tepatin janjiku vin… aku mohon kamu jangan bunuh diri ya?? “ kata indra memoohon
“ shit!!! Gag usah tepatin janji dia! Dia juga gak tepatin janjinya buat gak akan suka ma kamu. Jadi gak usah tepati janjinya!!! Atau aku akan bunuh diri”
Indra hanya dapat termenung, bahkan ia pun tidak boleh menghubungi  Ira. Hpnya disita oleh vina. Indra pun hanya menurut saat disuruh mengantarkan vina. Sedangkan vina mengirim sms gak bener ke Ira.
Ira  yang mendapat sms yang berisi
Aku gak cinta kamu. Semua yang aku katakan sama kamu itu bohong!!
Kamu hanya cewek bodoh yang dapat aku tipu !!
Namun hal itu membuat Ira tertawa, Ira tak percaya akan sms itu. Karena ia begitu yakin kalau indra tak seperti itu. Ia mengira, telah terjadi sesuatu antara indra, vina, dan dirinya.
Akhirnya Ira pun pulang,, namun sungguh malang nasibnya. Entah mengapa tiba-tiba ia ditabrak sebuah mobil saat mengendarai motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Tiba-tiba vina terkejut saat hpnya sendiri ada sms dr mamanya Ira. Dan pesan itu berisi kalau Ira kecelakaan dan dia sedang kritis.
 “ ndra,, kita ke rumah sakit… Ira kecelakaan!! Gag usah banyak Tanya. Cepetan!! “
Indra pun gak banyak Tanya, ia pun langsung menggandeng tangan Vina keluar dari restaurant dan kemudian ia langsung mengambil mobilnya kemudian langsung menancap gas.
Setibanya di rumah sakit, vina langsung menemui mama Ira. Dan ia menanyakan kondisi Ira.
“ te,, gimana keadaan vira?? “
“ Ira koma sayang “ kata mama Ira sambil meteskan air mata. Akibatnya vina yang tadinya sangat benci sama Ira menjadi ikut menangis begitupun indra.
Vina dan indra pun masuk ke ruangan Ira yang sedang dirawat, kecelakaan itu sangat parah sekali.
“ oh iya namanya dek indra mana ya ?? “ indra pun langsung menemui mama Ira.
Tiba-tiba Ira sadar, dan ia memanggil nama vina dan indra. Secara spontan, mereka pun langsung mendekat..
“ vin,, aku minta maaf…. “ Ira pun terdiam sejenak sambil mengambil nafas. “ aku udah selingkuh sama Indra “ tiba-tiba Ira memejamkan mata. Namun Ia kemudian kembali membuka matanya.
“ iya aku maafin “ “ makasih Vin… aku mohon baca surat ku “ setelah berkata seperti itu, Ira pun menghembuskan nafasnya kemudian disusul dengan bunyi tiiiiittttt…. Dri monitor detak jantungnya.
Vina dan indra pun menerima sebuah kotak dri mama Ira. Di kotak tersebut berisi rekaman suara Ira yang sedang menyanyikan slah satu lyric Cinta Terlarang, sebuah lagu yang sempat di populerkan oleh 2 dara muda The Virgin. Tak lupa Ira juga menyisipkan sebuah surat.
Mengapa cinta ini terlarang,,, saat ku yakini kaulah milikku… mengapa cinta kita tak bisa bersatu saat ku yakin tak ada cinta selain diri mu… tuhan berikan aku hidup,, satu kali lagi untuk selalu bersamanya…. Ku mencintainya sungguh mencintainya…… rasa ini sungguh tak wajar,, namun ku ingin tetap bersama dia untuk selamanya….
hal ini membuat indra dan vina semakin menagis. Kemudian vina pun membaca isi suratnya.
Vin,,ndra……
Mungkin nie malam terakhir aku ketemu kalian…
Besok uda ujian kan?? Abis itu kelulusan…. Aku tau vin,, kamu sangat menyayangi indra. Jaga dia baik-baik ya… karena aku mungkin tidak tinggal disini lagi,, aku mungkin akan tinggal bersama saudara ku di luar kota. Maka dari tu ndra,, aku gak mungkin pertahanin cinta ini… ya walaupun aku tau,, sangat sulit buat ngelepas kamu… tapi,, aku percaya kok sama vina.. dia pasti akan jadi yang terbaik buat kamu…. Vin,, aku minta maaf ya…. Udah rebut cowok kamu…. Aku juga tidak tau,,, kenapa aku bisa suka sama indra…. Ku harap kamu memaafkan aku ya vin?? Aku gag berani serahin surat ini besok pagi,, karena aku yakin kamu pasti udah tau semua… dan kamu pasti udah gak nyapa aku… maka dari itu,, aku sampaikan surat ini lewat indra…. Dan aku mohon indra bisa jelasin semuanya. Aku rela kok gak kamu anggap temen.. tapi,, jangan selamanya ya… cukup besok aja… aku tau kamu pasti sulit maafin aku,, makanya aku udah tulis,, kalau aku minta maaf….
Bye…..
            Seketika kemudian,, Vina pun langsung menangis di dekapan Indra. Ia tak menyangka bahwa sahabatnya rela nglepas perasaannya demi sahabatnya sendiri. Ia salah, ia mengira bahwa Ira telah egois. Tetapi justru dirinya lah yang sangat egois.
            Kini Ira telah tenang saat mereka berdua telah menjadi pasangan sejati yang sesungguhnya.

0 komentar:

Posting Komentar